KPU Kota Kediri bersama Forkopimda Kota Kediri, partai politik, masyarakat dan pihak terkait lainnya melakukan peluncuran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri (Pilwali) tahun 2024, bertempat di Lapangan Brimob, Kota Kediri, Rabu (19/6/2024) malam. Foto : A Rudy Hertanto
Dalam kesempatan itu di launching maskot dan jingle serta sosialisasi Pilwali Kota Kediri 2024 dengan special perform yakni Happy Asmara dan band, dimana pada siang (hari yang sama) pertunjukan kesenian Jaranan mengisi rangkaian acara.
Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian mengungkapkan, “Maskot kita pakai SI TATAK namanya, SI TATAK itu kalau secara kepanjangannya itu Tahu Takwa sebenarnya, tapi ada kepanjangan lagi terkait dengan SI TATAK tersebut, terus kalau jingle juga sudah ada.”
“Kemudian terkait dengan Tagline kita Tansah Bungah jadi nanti misalnya ada Pilkada Kota Kediri Tansah Bungah yang artinya selalu bahagia karena itu terkait dengan Kota Kediri yang notabene dinobatkan menjadi kota terbahagia,” lanjutnya.
Reza menambahkan, “Kita juga mengharapkan di 27 November 2024, masyarakat Kota Kediri terutama warga Kota Kediri yang sudah mempunyai hak pilih untuk bisa berbondong-bondong ke TPS untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota,” tuturnya dan diharapkan nanti partisipasi dari masyarakat (pemilih) itu bisa meningkat dari pilkada sebelumnya.
Foto dan Grafis: KPU Kota Kediri
Berdasarkan data dan informasi dihimpun dari KPU Kota Kediri, SI TATAK memiliki arti (MASyarakat TAnggap pilkada koTA Kediri), “SI TATAK” merupakan perwujudan kolaborasi antara simbol kekayaan alam, kuliner, budaya, dan simbol antusias masyarakat Kota Kediri dalam menyambut Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri tahun 2024.
Diharapkan melalui maskot ini, “MAS TATAK” mampu dengan mudah dikenal, bersahabat, dan menggugah semangat partisipasi aktif masyarakat dalam mensukseskan pesta demokrasi Kota Kediri tahun 2024.
Konsep dan bentuk utama maskot sengaja dibuat sederhana dan tidak terlalu imajinatif tentunya agar lebih mudah dalam pengaplikasian dalam berbagai macam media termasuk diantaranya adalah untuk pembuatan kostum.
Untuk warna maskot juga telah mengadaptasi dari warna dasar Kota Kediri dengan tetap memperhatikan estetika penggunaan warna, diharapkan maskot masih tetap bisa tampak menarik tentunya dengan nuansa khas KPU yang menunjukkan netralitas.
Nama maskot si “TATAK” juga dapat diartikan sebagai anagram yaitu singkatan dari Tahu Takwa yang merupakan makanan khas Kota Kediri.
Filosofi maskot “MAS TATAK”
1. Konsep utama maskot.
Secara keseluruhan konsep utama maskot terinspirasi dari salah satu makanan/kuliner khas Kota Kediri yaitu Tahu Takwa. Selain terkenal sebagai makanan khas Kota Kediri, nyatanya Tahu Takwa merupakan salah satu makanan yang bergizi dengan harga terjangkau.
Diharapkan juga melalu simbol ini “MAS TATAK” mampu mencerminkan sosok bersahabat, merakyat, yang mampu menggugah semangat berdemokrasi masyarakat Kota Kediri demi terselenggaranya Pilkada Kota Kediri tahun 2024 yang kondusif, aman, kondusif, jujur dan adil.
2. Pakaian khas Kota Kediri.
Dalam penampilannya, “MAS TATAK” diperlihatkan mengenakan pakaian khas Kota Kediri yang disebut Wdihan Kadiri Mapanji. Dimana “SI TATAK” diperlihatkan memakai iket kepala Jayabhaya, Kalambi Dahanapura, Dahana (semacam rompi) dan celana dengan motif khas Kota Kediri .
3. Batik khas Kota Kediri.
Tak ketinggalan, “SI TATAK” juga diperlihatkan mengenakan batik khas Kota Kediri yaitu Batik Kuda Kepang di bagian iket kepala Jayabahaya dan juga kain (sinjang). Diharapakan melalui simbol ini “MAS TATAK” mampu mencerminkan masyarakat Kota Kediri yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya warisan leluhur.
4. SI TATAK membawa surat suara dan kotak suara.
“MAS TATAK” ditampilkan membawa surat suara dan kotak suara dapat diartikan sebagai masyarakat Kota Kediri yang telah mantap menentukan pilihannya (tidak golput) dan siap memberikan sumbangsihnya pada Pilkada Kota Kediri tahun 2024.
5. Jari terkena tinta.
“MAS TATAK” ditampilkan dalam pose menunjukkan jari kelingking yang terkena tinta. Disini menyimbolkan bahwa masyarakat telah menggunakan hak pilihnya. Diharapkan melalui simbol ini mampu merepresentasikan antusias, kesiapan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mensukseskan Pilkada Kota Kediri tahun 2024. (Adv) (A Rudy Hertanto)
